<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>kosong</title>
	<atom:link href="http://menjadikosong.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://menjadikosong.wordpress.com</link>
	<description>tentang segala di ruang kepala...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Jan 2012 11:28:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='menjadikosong.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>kosong</title>
		<link>http://menjadikosong.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://menjadikosong.wordpress.com/osd.xml" title="kosong" />
	<atom:link rel='hub' href='http://menjadikosong.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>memahami keajaiban</title>
		<link>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/11/20/memahami-keajaiban/</link>
		<comments>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/11/20/memahami-keajaiban/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 13:01:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[aku di satu waktu]]></category>
		<category><![CDATA[memahami kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Paulo Coelho]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadikosong.wordpress.com/?p=2715</guid>
		<description><![CDATA[seharusnya tak begini. tapi inilah yang terjadi padaku. di saat lalu ketika aku begitu menginginkan sesuatu, aku begitu yakin. kini aku telah mendapatkannya, namun aku masih terus berdebat dengan diri sendiri apakah aku mampu mengahirinya dengan yang seharusnya. sesuatu di ruang kepalaku terus memenuhi dan meramaikan perdebatan demi perdebatan yang seharusnya tak perlu terjadi. tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadikosong.wordpress.com&amp;blog=6210644&amp;post=2715&amp;subd=menjadikosong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>seharusnya tak begini. tapi inilah yang terjadi padaku. di saat lalu ketika aku begitu menginginkan sesuatu, aku begitu yakin. kini aku telah mendapatkannya, namun aku masih terus berdebat dengan diri sendiri apakah aku mampu mengahirinya dengan yang seharusnya. sesuatu di ruang kepalaku terus memenuhi dan meramaikan perdebatan demi perdebatan yang seharusnya tak perlu terjadi. tapi inilaih yang terjadi padaku. </p>
<p>sudah setengah dari waktuku kuhabiskan dengan berdebat. benar. aku memang harus mengambil resiko. seperti yang biasa kuteriakkan dalam tiap prosesku menuju sesuatu. benar. aku harus bekerja keras demi sebuah keajaiban. keajaiban yang kuciptakan sendiri, bukan mereka. aku hanya butuh memahami keajaiban hidup sepenuhnya jika kumengizinkan hal-hal yang tak terduga untuk terjadi. benar. kenapa aku harus mencari alasan secara terus menerus kenapa aku tak bahagia. padahal jelas, Tuhan memberiku matahari, juga satu saat ketika kita mampu mengubah segala sesuatu yang membuat kita tidak bahagia. benar. seperti kata-kata Paulo Coelho yang selalu menakjubkan dan mencerahkanku. tak seharusnya aku berpura-pura tak mengalaminya, menganggap saat itu tidak ada, bahwa hari ini sama dengan hari kemarin dan tidak akan berbeda dengan hari esok. </p>
<p>benar. aku seharusnya sungguh-sungguh memperhatikan kehidupanku, dan berharap akan menemukan saat magis itu. yang bisa saja muncul ketika kita melakukan sesuatu yang remeh. mungkin seperti menyiapkan anak kunci pintu muka ke lubangnya; saat itu juga bisa bersembunyi dalam keheningan sesudah makan siang, atau dalam seribu satu hal yang bagi kita tampak sama saja. tapi saat itu ada, saat ketika segenap kekuatan bintang menjadi bagian dari kita dan memungkinkan kita menoleh, dan memandang perjalanan yang telah kita tempuh itu dengan penuh kebanggaan dan keyakinan. dan seharusnya ini yang terjadi padaku. seperti yang selalu dinyataimajikan dalam paragraf-paragraf Paulo Coelho. salah satu novelis yang selalu terbersit di kepalaku ketika aku berpikir tentang kehidupan.</p>
<br />Filed under: <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/category/aku-di-satu-waktu/'>aku di satu waktu</a> Tagged: <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/memahami-kehidupan/'>memahami kehidupan</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/paulo-coelho/'>Paulo Coelho</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadikosong.wordpress.com/2715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadikosong.wordpress.com/2715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadikosong.wordpress.com/2715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadikosong.wordpress.com/2715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadikosong.wordpress.com/2715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadikosong.wordpress.com/2715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadikosong.wordpress.com/2715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadikosong.wordpress.com/2715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadikosong.wordpress.com/2715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadikosong.wordpress.com/2715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadikosong.wordpress.com/2715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadikosong.wordpress.com/2715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadikosong.wordpress.com/2715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadikosong.wordpress.com/2715/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadikosong.wordpress.com&amp;blog=6210644&amp;post=2715&amp;subd=menjadikosong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/11/20/memahami-keajaiban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95f788258bfa170647636a7297d2dc51?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Liem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tidak. tidak buntu.</title>
		<link>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/07/20/tidak-tidak-buntu/</link>
		<comments>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/07/20/tidak-tidak-buntu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 03:16:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[aku di satu waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadikosong.wordpress.com/?p=2708</guid>
		<description><![CDATA[inspirasi terbang entah ke mana. terbang. tersembunyi. pergi. menghilang. dan entah istilah apa lagi yang tepat untuk kebuntuan saat ini. yang pasti semua seakan buntu. tapi kebuntuan yang kuciptakan sendiri. seseorang melontarkan kata-kata tajamnya laiknya pisau tajam menghunjam jantungku. aku lunglai. bahkan ranting sekecil apapun tak kutemui meski sekadar tuk berpegang. tentang inspirasi yang sengaja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadikosong.wordpress.com&amp;blog=6210644&amp;post=2708&amp;subd=menjadikosong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>inspirasi terbang entah ke mana. terbang. tersembunyi. pergi. menghilang. dan entah istilah apa lagi yang tepat untuk kebuntuan saat ini. yang pasti semua seakan buntu. tapi kebuntuan yang kuciptakan sendiri. seseorang melontarkan kata-kata tajamnya laiknya pisau tajam menghunjam jantungku. aku lunglai. bahkan ranting sekecil apapun tak kutemui meski sekadar tuk berpegang. </p>
<p>tentang inspirasi yang sengaja kuhilangkan. sengaja, tapi anehnya aku tak sadar. aku kosong. tapi tak ada lagi yang berdesakkan menuntut dikeluarkan dari ruang kepalaku. </p>
<p>buntu? tanyanya. aku tak mampu menjawabnya. bisa jadi aku buntu. tak ada apapun dan siapapun di dunia ini. dunia tak mungkin terus menerus menyelamatkanku. hanya aku yang mampu menyelamatkan diriku sendiri. aku buntu. tapi tidak, aku masih memiliki seluruh inderaku. artinya masih banyak jalan yang harus kulewati. masih banyak cara yang bisa kucoba. </p>
<p>aku buntu. tidak. aku tidak buntu. dan jangan paksa aku memilih jalan akhir “buntu”. ada saatnya “menyakiti seseorang” menjadi begitu “manusiawi”. ada saatnya. seperti kata-kata seseorang yang menghunjam jantungku. aku tersakiti, namun di saat yang sama, aku terbangun dari tidurku. hingga aku tak buntu lagi. kini saatnya mencari cara agar tak lagi buntu. </p>
<br />Filed under: <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/category/aku-di-satu-waktu/'>aku di satu waktu</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadikosong.wordpress.com/2708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadikosong.wordpress.com/2708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadikosong.wordpress.com/2708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadikosong.wordpress.com/2708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadikosong.wordpress.com/2708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadikosong.wordpress.com/2708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadikosong.wordpress.com/2708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadikosong.wordpress.com/2708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadikosong.wordpress.com/2708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadikosong.wordpress.com/2708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadikosong.wordpress.com/2708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadikosong.wordpress.com/2708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadikosong.wordpress.com/2708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadikosong.wordpress.com/2708/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadikosong.wordpress.com&amp;blog=6210644&amp;post=2708&amp;subd=menjadikosong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/07/20/tidak-tidak-buntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95f788258bfa170647636a7297d2dc51?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Liem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>berdialoglah</title>
		<link>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/07/14/berdialoglah/</link>
		<comments>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/07/14/berdialoglah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 15:35:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[belajar kisah mereka]]></category>
		<category><![CDATA[Fahmina-institute]]></category>
		<category><![CDATA[Hussein Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[perdamaian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadikosong.wordpress.com/?p=2699</guid>
		<description><![CDATA[aku tak pernah tak tergugah apapun ketika membaca pemikirannya. tak heran ketika sosoknya masih dan terus berpengaruh terutama sebagai salah satu pejuang hak-hak perempuan. seperti baru-baru ini, namanya masuk dalam 500 tokoh muslim dunia paling berpengaruh. dan di Indonesia, dia ada di urutan kedua sebagai pejuang perempuan. pembuatan ranking tokoh muslim paling berpengaruh di dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadikosong.wordpress.com&amp;blog=6210644&amp;post=2699&amp;subd=menjadikosong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>aku tak pernah tak tergugah apapun ketika membaca pemikirannya. tak heran ketika sosoknya masih dan terus berpengaruh terutama sebagai salah satu pejuang hak-hak perempuan. seperti baru-baru ini, namanya masuk dalam 500 tokoh muslim dunia paling berpengaruh. dan di Indonesia, dia ada di urutan kedua sebagai pejuang perempuan. pembuatan ranking tokoh muslim paling berpengaruh di dunia ini dilakukan oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC), sebuah lembaga penelitian independen yang berafiliasi dengan the Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought, sebuah NGO Islam internasional, institute independen yang berkedudukan di Amman Jordania. Rangking tokoh paling berpengaruh ini dikeluarkan setiap tahun sekali. ya, sosok tersebut adalah KH. Husein Muhammad. tentangnya, aku pernah bercerita dalam <a href="http://menjadikosong.wordpress.com/2010/02/11/benar-aku-menangis/">benar, aku menangis</a>. jika dilanjutkan, rasanya terlalu panjang jika aku harus menceritakan siapa sosok asal Cirebon ini lebih banyak lagi. aku hanya ingin sharing tulisannya tentang berdialog yang aku ambil dari <a href="http://fahmina.or.id">fahmina</a>. seperti tulisan-tulisannya yang lain, masih tetap inspiratif. selamat mengambil makna&#8230;</em></p></blockquote>
<p><a href="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/07/dialogue.jpg"><img src="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/07/dialogue.jpg?w=300&#038;h=295" alt="" title="dialogue" width="300" height="295" class="alignleft size-medium wp-image-2704" /></a>Perdebatan di sekitar pemahaman atau pemaknaan kata atau teks merupakan perdebatan yang sangat klasik. Ia bukan khas masyarakat muslim, tetapi juga semua komunitas manusia. Ia telah muncul sejak manusia ada dan bersama orang lain. Perbedaan pikiran manusia menjadi sangat niscaya. Perdebatan itu pada gilirannya melahirkan sekte-sekte, aliran-aliran pemikiran, termasuk mazhab-mazhab keagamaan bahkan ideologi-ideologi sosial, politik, ekonomi dan sebagainya.<br />
Pada dimensi fiqh, masyarakat muslim mengenal dua aliran besar, ahl al-hadîts dan ahl al-ra’y. Aliran pertama cenderung lebih tekstualis (harfiah) dan mempercayai sumber berita, atau nara sumber lebih dari isi berita itu sendiri. Nara sumber yang semula manusia yang pandai pada zamannya (cendekiawan, ulama), dalam perjalanan sejarahnya kemudian menjadi manusia yang acap disakralkan atau paling tidak menimbulkan resisensi sosial ketika ia dikritik. Sementara aliran yang kedua, disebut kaum rasionalis. Kelompok ini lebih melihat pada kandungan atau isi berita lebih daripada nara sumbernya. Nara sumber dihargai dan dihormati sebagai manusia pandai, tetapi bukan tanpa cacat, keliru, salah atau lupa.<span id="more-2699"></span></p>
<p>Ada pertanyaan-pertanyaan yang selalu disampaikan orang: Apakah teks harus diterima menurut arti lahirnya atau bisa dinalar, di-ta’wîl atau ditafsîrkan dengan akal)? Apakah hukum-hukum yang terdapat dalam teks bisa dirasionalkan atau tidak. Bahasa Arabnya : “hal al-ahkâm mu’allalah bi ‘illah am lâ”? Apakah akal bisa bertentangan dengan wahyu? Bagaimana jika bunyi teks berlawanan dengan nalar rasional, logika. Bagaimana pula jika ia, teks itu,  bertentangan dengan realitas dan fakta yang kasat mata. Manakah yang harus diprioritaskan, diunggulkan atau diutamakan?. Pertanyaan-pertanyaan ini selalu saja dijawab dengan pandangan yang beragam dan controversial. Masing-masing menggunakan argument yang tentu saja menggunakan akal.</p>
<p>Sesungguhnya kedua aliran tersebut tidak jauh berbeda dalam semangat dan tujuannya. Semuanya sepakat bahwa hukum, termasuk hukum Islam, dibuat dan dirumuskan dalam rangka mewujudkan keadilan dan menegakkan kebaikan, ketertiban, kemaslahatan, dan kemakmuran (kesejahteraan) manusia. Kita menemukan paradigma ini pada semua ahli fiqh Islam. Mereka menegaskan sebuah kaedah terkenal : “Jalb al-Mashalih wa Dar’u al-Mafasid”, (menghasilkan kemaslahatan dan meniadakan kerusakan). Sebagian ulama bahkan hanya menyebut “Jalb al-Mashalih”(membawa kemaslahatan). Maslahah ditafsirkan sebagai kebaikan, kegunaan, kenikmatan dan kebahagiaan. Sementara Mafsadah diartikan sebagai keburukan, penderitaan, yang sia-sia, yang menyengsarakan dan sejenisnya.</p>
<p>Tetapi mengapa pikiran mereka berbeda?. Ini sesungguhnya merupakan akibat belaka dari perbedaan pemahaman atau pemaknaan mereka atas teks-teks al-Qur’ân maupun Hadits Nabi saw. Masing-masing aliran; tradisionalis maupun rasionalis, atau katakanlah liberalis, sama-sama mempercayai al-Qur’an dan Hadits Nabi sebagai sumber dan dasar hukum. Tidak seorang muslimpun yang ingin menafikan al-Qur’ân dan Hadits Nabi saw. Sebab menafikan keduanya mengakibatkan ia akan kehilangan identitasnya sebagai muslim.</p>
<p>Lalu dari mana dan mengapa orang berbeda-beda dalam memaknai teks? Untuk menjelaskan hal ini, adalah menarik untuk mengemukakan pandangan Fârûq Abû Zaid dalam bukunya “Al-Syarî’ah al-Islâmiyah baina al-Muhâfizhîn wa al-Mujaddidîn” (Syari’ah Islam antara tradisionalis-konservatis dan modern). Ia mengatakan :</p>
<p>ان مذاهب الفقه الاسلامى ليست سوى انعكاس لتطور الحياة الاجتماعية فى العالم الاسلامى</p>
<p>“Keberagaman interpretasi atas teks-teks keagamaan (aliran-aliran fiqh dalam islam) adalah refleksi sosio-kultural mereka masing-masing”. (hlm. 16).</p>
<p>Dalam pengetahuan sosial kita sering mendengar adagium bahwa seseorang adalah produk lingkungan sosial dan kebudayaannya masing-masing. Dengan kata lain, pikiran, perilaku dan gaya hidupnya dipengaruhi oleh alam di mana ia hidup dan berkembang. Adagium lain; “seseorang adalah produk zamannya”. Dari sini kita lalu sering mendengar bahwa pikiran dan tindakan seseorang tidak lain kecuali merupakan refleksi dari ruang dan waktunya sendiri, bukan ruang dan waktu yang lain. Dengan begitu, memaksakan keputusan yang dihasilkan seseorang pada suatu tempat dan pada suatu waktu tidaklah selalu tepat dan tidak proporsional untuk tempat dan waktu yang lain.</p>
<p>Apakah perbedaan dan perdebatan itu tidak bisa diselesaikan?. Ini sesungguhnya sangat tergantung pada kehendak masing-masing mereka. Jika mereka berkehendak, maka Tuhan akan memberi mereka jalan. Jika mereka berkehendak maka Tuhan mengajarkan agar mereka menyelesaikannya melalui mekanisme yang beradab. Ia adalah “musyawarah” atau “syura”. “Wa Syawirhum fi al-Amr” (bermusyawarahlah dalam menyelesaikan urusan). Atau “Wa Amruhum Syura Bainahum”(Dan urusan mereka hendaknya diselesaikan dengan musyawarah (bertukar-pikiran). Musyawarah merupakan mekanisme dialog antara para pihak yang berbeda, dalam suasana yang setara dan bebas, tetapi juga saling menghargai dan  berpartisipasi aktif dan jujur, serta berniat demi sebuah keputusan bersama yang dikehendaki sekaligus dihormati. Jika sampai pada saatnya tidak dicapai kesepakatan, maka biarlah ia menjadi perbedaan yang tetap harus dihormati oleh masing-masing. Karena orang tidak bisa dipaksa menerima sesuatu yang tidak dikehendakinya. Mekanisme itu kini boleh jadi bisa bernama “demokrasi”. Sistem ini, meski lahir dari rahim peradaban lain, di dunia lain, Eropa, tetapi kini telah diterima hampir di seluruh dunia muslim. Jadi sangat jelas, penyelesaian atas perbedaan dalam relasi sosial, bukan dilakukan dengan jalan sendiri-sendiri, atau mau menang sendiri, hanya karena besar atau kuat, apalagi dengan menggunakan kekerasan, membunuh, termasuk membunuh martabat manusia. Karena Tuhan memberinya hidup dan kesempatan untuk bergembira.[]</p>
<br />Filed under: <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/category/suatu-ketika/belajar-kisah-mereka/'>belajar kisah mereka</a> Tagged: <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/fahmina-institute/'>Fahmina-institute</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/hussein-muhammad/'>Hussein Muhammad</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/perdamaian/'>perdamaian</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadikosong.wordpress.com/2699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadikosong.wordpress.com/2699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadikosong.wordpress.com/2699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadikosong.wordpress.com/2699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadikosong.wordpress.com/2699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadikosong.wordpress.com/2699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadikosong.wordpress.com/2699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadikosong.wordpress.com/2699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadikosong.wordpress.com/2699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadikosong.wordpress.com/2699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadikosong.wordpress.com/2699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadikosong.wordpress.com/2699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadikosong.wordpress.com/2699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadikosong.wordpress.com/2699/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadikosong.wordpress.com&amp;blog=6210644&amp;post=2699&amp;subd=menjadikosong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/07/14/berdialoglah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95f788258bfa170647636a7297d2dc51?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Liem</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/07/dialogue.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dialogue</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mengenal kapow</title>
		<link>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/07/04/ketika-kapow-menghampar-wajahmu/</link>
		<comments>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/07/04/ketika-kapow-menghampar-wajahmu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 05:30:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[belajar kisah mereka]]></category>
		<category><![CDATA[Dr Jonathan Zilberg]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[kapow]]></category>
		<category><![CDATA[Lies Marcoes]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah KItab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadikosong.wordpress.com/?p=2649</guid>
		<description><![CDATA[Apakah kita pernah berfikir betapa ajaibnya – untuk tidak dikatakan magis&#8211;proses menemukan ide untuk topik penelitian? Kapan terakhir kali kita merasa begitu puas menemukan ide menarik tersebut? Sebuah peristiwa tak terduga, janggal, namun terus mengusik rasa ingin tahu kita. Lalu usikan itu menuntut kita untuk menuntaskanya menjadi kerangka kerja riset dan penggaliannya dalam sebuah penelitian. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadikosong.wordpress.com&amp;blog=6210644&amp;post=2649&amp;subd=menjadikosong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah kita pernah berfikir betapa ajaibnya – untuk tidak dikatakan magis&#8211;proses menemukan ide untuk topik penelitian? Kapan terakhir kali kita merasa begitu puas menemukan ide menarik tersebut? Sebuah peristiwa tak terduga, janggal, namun terus mengusik rasa ingin tahu kita. Lalu  usikan itu menuntut kita untuk menuntaskanya  menjadi kerangka kerja riset  dan penggaliannya dalam sebuah penelitian. </p>
<p>Lahirnya ide  itu bisa dengan berbagai cara dan  dalam situasi yang berbeda. Ia melintas di kepala kita kapan pun dan di mana pun, saat kita sedang berjalan, di sebuah acara,  bahkan saat sedang melamun (kontemplasi) sekali pun. Entah datang dari mana  tiba-tiba ide  itu  menyambar kita.<span id="more-2649"></span></p>
<p>Ide tersebut  sesungguhnya merupakan buah dari proses berfikir yang secara tidak sadar dilakukan dengan mengolah ingatan yang sudah tertanam di otak manusia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, makna “ide” adalah rancangan yang tersusun di dalam pikiran. Pengertian lainnya adalah gagasan atau cita-cita. Salah satu pengertian menurut Kamus Online Merriam Webster, “a transcendent entity that is a real pattern of which existing things are imperfect representations“. Jadi ide merupakan hasil olah pikir yang bisa saja muncul secara tiba-tiba. Dan jika gagasan tersebut diwujudkan atau direalisasikan maka tak mustahil dapat melahirkan karya sempurna atau perbaikan terhadap sesuatu yang dianggap belum sempurna.</p>
<p>Namun  ide tidak  selalau harus dipandang sejauh itu.  Ide  tak harus selalu dikaitkan dengan kesempurnaan atau cikal bakal  suatu maha karya. Ide bisa juga diartikan sebagai  pemikiran, opini atau persepsi, atau pengetahuan tentang sesuatu. Melamun adalah perjalanan otak manusia  dalam menelusuri lorong-lorong memori masa lalu yang terekam atau angan-anang masa di datang. Ketika aktivitas mental ini  berhenti di suatu titik karena menemukan  jejak memori yang menarik, ia akan menjadi awal dari  proses berfikir yang  akhirnya memunculkan ide.</p>
<p>Jadi melamun, merenung, atau berkontemplasi sangat mungkin menghasilkan sebuah ide. Ide bisa dihasilkan dengan mengandalkan kerja otak saja, yang dipaksa untuk berfikir secara deduktif atau induktif. Sekecil apapun sesuatu itu. Proses sintesis dan analisis yang terjadi di otak manusia ini dapat menghasilkan lautan ide yang terekam di dalam otak. Beberapa ide pun muncul ke permukaan dan terlintas di dalam ingatan yang akhirnya terucapkan oleh yang punya otak, “Aha, saya mempunyai ide yang menarik untuk diteliti!“.</p>
<p><div id="attachment_2658" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/07/2.jpg"><img src="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/07/2.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" title="2" width="225" height="300" class="size-medium wp-image-2658" /></a><p class="wp-caption-text">Jonathan Zilberg (Dr.Kapow)</p></div>Dr. Jonathan Zilberg, Antropolog asal Universitas Illinois &#8211; Urbana-Champaign Amerika yang menjadi salah satu pengajar dalam training metode penelitian di Rumah Kitab ini menjelaskan  bahwa  momen ketika ide itu muncul benar-benar seperti kita mendapat gamparan. Dalam film kartun  situasi itu sering berbunyi “kapow”!!!. Dalam sehari –hari  momen lahirnya ide  sering kita respon dengan kalimat “AH-HAH!!!”. Itulah momen-momen yang  sangat penting di mana sebuah topik penelitian seakan ‘melompat’ keluar dari pikiran kita. Saat itulah “kapow” seakan menyatakan: “Inilah aku. Pilih aku!”.</p>
<p>Berdasarkan pengalamannya, Jonathan mengatakan bahwa momen ketika merasakan “kapow” seperti itu, ia seakan mendapatkan sebuah ilham. Seperti pengalamannya dalam meneliti Museum Istiqlal dan Museum Tsunami. Ide penelitian tentang Museum Istiqlal benar-benar tak pernah terlintas sebelumnya. Bahkan tahu pun tidak.</p>
<p>Namun ketika diskusi dengan AD Pirous  seniman dan ahli Museum dari ITB  ide itu datang. Pirous  bercerita ia mengatakan  kepada Pak Kuntoro kepala Badan Rekonstruksi dan rehabilitasi (BRR) Aceh paska Tsunami sebagaimana diceritakan kepada Jonathan  “Saya tidak ingin nasib museum Tsunami  sama dengan Museum Istiqlal”. Lalu mencatat dalam buku kecilnya “Museum Istiqlal”, ia penasaran dan bertanya ke kiri ke kanan. Tapi ternyata tak ada yang tahu. Sampai kemudian ia mendapatkan informasi  dari Lies yang menunjukkan tempatnya serta kondisinya saat ini. Dan sebuah proses “kapow“ pun terjadi hingga penelitian dan mempublikasikannya. Seperti yang diungkapkannya, “Saya tidak ‘datang’ ke museum itu, tapi museum itu  yang ‘datang’ pada saya”.</p>
<p>Lebih jauh, Jonathan menjelaskan tentang metode menumbuhkan sebuah sensibilitas yang akan memungkinkan kita mengenali momen “kapow”, serta tahapan setelah kita mengenali “kapow”itu . Semua itu dijelaskannya di depan peserta “Pelatihan Metodologi Penelitian” pada Jumat (3/5), sebuah acara yang digelar atas kerjasama Rumah Kitab dan Kementrian Agama Republik Indonesia (RI) dan berlangsung  setiap hari Jumat di Kantor Rumah Kitab Bekasi.</p>
<p>Presentasi Jonathan disampaikan  dalam bahasa Inggris. Namun pelatihan yang dimoderatori Lies Marcoes ini tidak mengurangi antusias peserta tentang bagaimana menemukan topik penelitian yang menarik. Peserta pelatihan ini datang dari institusi yang cukup beragam seperti UIN Jakarta, Paramadina, pesantren Al Biruni  Cirebon  bahkan ada yang datang dari UIN Yogyakarta.</p>
<p><strong>Berpikir Kritis dan Politis</strong></p>
<p>Mengawali presentasinya yang berjudul “Menemukan Tema Menarik dalam Penelitian Antropologi “Studi Kasus Penelitian Museum Istiqlal”, Jonathan memperlihatkan sejumlah contoh penelitian orang lain lengkap dengan gambar-gambar slides koleksinya  yang beragam.  Slides itu ia ambil dari Seminar Internasional yang diselenggarakan Kementerian Agama di Bogor. Dengan mengambil contoh presentasi tentang “Akar Islam di Indonesia” Jonathan memancing sikap kritis peserta. Di slides itu dipresentasikan grafik yang menyerupai sayap kupu-kupu tentang kitab-kitab yang ada di Nusantara. Meski tampilannya menarik, Jonathan bertanya apakah ada hubungan antara judul presentasi dengan grafik itu. Ia terus bertanya kepada peserta apa hubungan grafik yang menggambarkan jumlah kitab dengan akar Islam di Indonesia. Menurutnya jika hendak mengatakan bahwa Kitab kuning adalah akar Islam di Indonesia seharusnya dia melakukan studi antropologis yang menggambarkan bagaimana kitab itu berpengaruh. Dan untuk itu peneliti harus menguji sejauhmana masyarakat dipengaruhi kitab dengan bertanya  apa isi kitab, siapa yang membaca, di mana saja ditemukan, apa artinya kitab itu bagi yang membacanya, dan seterusnya. Menampilkan grafik yang menujukkan jumlah kitab dan tempat mana  kitab itu diperoleh sama sekali tak bisa  digunakan untuk membuktikan akar Islam di Indonesia. Bisa saja kitab yang jumlahnya kecil namun karena  berpengaruh maka kitab itu lebih berpengaruh. Melalui contoh itu Jonathan hendak menggambarkan bahwa sebuah penelitian seharusnya nyambung antara tema dan isi yang hendak digali.</p>
<p>Namun dari seminar internasional itu Jonathan juga memperlihatkan  contoh penelitian yang sangat menarik.  Misalnya penelitian yang menganalisis media sosial “twitter” Indonesia dalam menaggapi kasus pornografi yang menimpa Ariel,“Peterporn”.</p>
<p>Sebuah penelitian menurut Jonathan harus  kritis. Dan penelitian merupakan sikap politis. Bagaimana kita kritis terhadap   pembangunan museum yang menghamburkan uang. Tugas peneliti adalah menunjukkan  sikap politisnya dengan bersikap kritis atas sebuah peristiwa.Mengapa ia sangat senang dengan penelitian peterporn, misalnya bukan saja dari idenya yang kreatif tetapi juga  muatannnya yang sangat<br />
politis soal pornografi.</p>
<p>Dalam pandangan Jonathan proses lahirnya tema penelitian tidak berbeda dari alur kerja ‘mistik’.  Satu hal yang perlu diperhatikan adalah proses tersebut tidak terlepas dari kemauan peneliti untuk terus membaca. Membaca di sini memiliki makna yang luas, tidak sekadar membaca teks, tapi juga konteks. Begitu pun ketika peneliti telah mengenali “kapow”-nya, maka membaca harus dilakukan untuk memperdalam pengetahuannya tentang topic penelitian yang akan ditulisnya.</p>
<p>Jontahan kemudian menyampaikan rumus  alur siklus penelitian yaitu R/W/R  and P/P.  Ini adalah siklus yang penting. Sebab setelah diketemukan tema melalui proses kapow itu proses  untuk terjadinya penelitian masih panjang.  Menurutnya setelah itu ada tahap-tahap lain yang sangat critikal  seperti jalan seorang pelaku jalan sufi.</p>
<p>Read: Membaca. Setelah ditemukan tema yang muncul melalui proses kapow, tahap selanjutnya adalah mengumpulkan data secara sangat obsesif atau gila-gilaan. Kita harus mencari referensi yang terkait dengan tema yang telah kita tentukan.Bacaan sangat penting untuk mengetahui orang telah mengatakan apa tentang topik yang akan kita teliti itu. Kita bisa menggunakan refensi itu untuk menguji teori kita sendiri. Kita boleh bersetuju atau tidak bersetuju dengan apa yang diungkapkan  dalam referensi itu. Dan itulah gunanya penelitian.</p>
<p>Writing: proses merumuskan gagasan, tujuan penelitian dll atau resecah proposal.</p>
<p>Research:  penelitian,</p>
<p>Presentation dan publication</p>
<p>Dengan ketekunan hati, anda akan menjalani penelitian seperti beribadah. Di atas semua itu, jadilah sosok yang berfikir kritis dan politis. Jika anda tidak melakukan semua ini, anda tidak berhak melakukan penelitian, setidaknya sejauh yang saya ketahui,” papar Jonathan yang juga menekankan bahwa, semua itu harus dilakukan semata-mata karena kecintaan peneliti terhadap pencarian melalui penelitiannya.</p>
<p>Seperti diungkapkannya, sebagai peneliti  kita juga memiliki kepentingan politis. Kepentingan politis di sini seperti kepentingan untuk melakukan sebuah perubahan kondisi masyarakat menjadi lebih baik.</p>
<p><strong>Disiplin dan Yakin</strong></p>
<p>Dalam proses berfikir dan menemukan topik penelitian menarik ini Jonathan menyebutnya sebagai sebuah pencarian spiritual. Yaitu saat di mana kehidupan seorang peneliti mulai berbaur atau berdamai sejenak dengan dunia yang bergerak menuju sebuah disiplin penelitian. Selain itu proses di mana peneliti berfikir bahwa membaca, menulis dan melakukan penelitian sebagai sikap iman yang saling berhubungan dan membutuhkan disiplin tersendiri untuk dipraktikkan. Karena menurutnya sebuah penelitian penting akan muncul, jika didukung dengan membaca<br />
secara terus menerus, menulis dan kritis mempertanyakan suatu hal yang bermakna dengan sungguh-sungguh.</p>
<p>Selain itu Jonathan juga menyampaikan Lima hal penting. Di antaranya untuk tetap kritis, membaca lebih banyak untuk memperkaya dan meningkatkan sisi inteleksutalitas peneliti. Selain itu komitmen untuk terus menulis, baik itu catatan kecil maupun penyusunan proposal atau makalah, serta mau mempresentasikan dan mempublikasikan hasil penelitian tersebut.</p>
<p>“Semua itu merupakan tindakan iman yang mirip dengan doa, pengorbanan dan pahala dalam sejarah kehidupan peneliti. Untuk mencapai hadiah berkat atau suci tersebut, mengidentifikasi dan menyelesaikan sebuah proyek penelitian yang menarik, maka antara kegiatan membaca, menulis, mempresentasikan, dan mempublikasikan masing-masing saling terkait satu sama lain,” tuturnya.</p>
<p>Kendati demikian, dia tidak bermaksud mengatakan bahwa seseorang harus berdoa kepada Tuhan untuk membimbingnya menemukan sebuah topik penelitian. Meskipun, bagi sejumlah peneliti “do’a” adalah sebuah pilihan. Artinya dibutuhkan lompatan keyakinan bahwa peneliti harus memiliki intuitif dalam menetapkan topik yang layak. Membutuhkan enerji tersendiri untuk mewujudkannya sebagai penelitian tersebut dan relevansinya.</p>
<p>Menurutnya apapun agamanya seorang peneliti memerlukan keimanan dan kedisiplinan tersendiri. Upaya intelektual seperti mengidentifikasi dan menyelesaikan proyek penelitian yang benar-benar menarik, dia menyebutnya sebagai Tantric. Tantric adalah salah satu aliran dalam agama Budha. Inti dari Tantrisme adalah menggunakan simbol dan latihan yang terfokus pada mental untuk meningkatkan energi seseorang  sebagai efek puja atau doa.</p>
<p>“Jika anda tidak dapat mempertahankan keyakinan itu, maka proyek Anda tidak akan terwujud. Bahkan jika itu terwujud mungkin tidak berpengaruh dalam hidup anda atau bahkan mungkin setelahnya. Ini tidak menjadi masalah. Yang penting adalah proses, profesionalisme seseorang dalam menyelesaikan tugas melalui tindakan presentasi dan publikasi jika mungkin,” jelas Jonathan.</p>
<p>Di sesi terakhir dari presentasinya, Jonathan menunjukk  beberapa peserta berbagi cerita tentang pengalaman  menemukan “kapow”-nya dan mempresentasikanya di depan peserta lainnya. Gagasan Jonathan ini ternyata membuat peserta semakin antusias menceritakan pengalamannya. Bahkan menurut sejumlah peserta, ternyata selama ini pada dasarnya kita telah merasakan “kapow”, hanya saja kita tidak menyadarinya karena kita belum mengenalnya. Dan di pelatihan inilah, kita mengenal istilah “kapow” atau mungkin kita cukup berteriak “AH-HAH!!!” atau bagaimana dengan anda? Silahkan gunakan istilah anda sendiri untuk<br />
mengistilahkan bagaimana ide itu muncul menampar kita atau  “kapow” dengan istilah yang kita bisa rasakan karena kita fahami.</p>
<p>(oleh Alimah, diangkat di <a href="http://rumahkitab.com">rumahkitab </a>)</p>
<p>Photo&#8217;s taken from Jonathan Zilberg&#8217;s facebook</p>
<br />Filed under: <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/category/suatu-ketika/belajar-kisah-mereka/'>belajar kisah mereka</a> Tagged: <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/dr-jonathan-zilberg/'>Dr Jonathan Zilberg</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/ide/'>ide</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/kapow/'>kapow</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/lies-marcoes/'>Lies Marcoes</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/penelitian-indonesia/'>penelitian Indonesia</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/rumah-kitab/'>Rumah KItab</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadikosong.wordpress.com/2649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadikosong.wordpress.com/2649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadikosong.wordpress.com/2649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadikosong.wordpress.com/2649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadikosong.wordpress.com/2649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadikosong.wordpress.com/2649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadikosong.wordpress.com/2649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadikosong.wordpress.com/2649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadikosong.wordpress.com/2649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadikosong.wordpress.com/2649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadikosong.wordpress.com/2649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadikosong.wordpress.com/2649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadikosong.wordpress.com/2649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadikosong.wordpress.com/2649/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadikosong.wordpress.com&amp;blog=6210644&amp;post=2649&amp;subd=menjadikosong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/07/04/ketika-kapow-menghampar-wajahmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95f788258bfa170647636a7297d2dc51?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Liem</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/07/2.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malinda Dee: Dihujat Sekaligus Dinikmati?</title>
		<link>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/06/30/malinda-dee-md-dihujat-sekaligus-dinikmati/</link>
		<comments>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/06/30/malinda-dee-md-dihujat-sekaligus-dinikmati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jun 2011 10:58:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[mewacanakan media]]></category>
		<category><![CDATA[Citibank]]></category>
		<category><![CDATA[detik.com]]></category>
		<category><![CDATA[Feminism]]></category>
		<category><![CDATA[Malinda Dee]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadikosong.wordpress.com/?p=2682</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa pekan lalu nama Malinda Dee (MD) berhasil mengalihkan perhatian public dari sejumlah isu penting lainnya, lantaran perilaku kriminalnya menggasak miliaran rupiah uang nasabah Citibank. Lalu beberapa pekan ini juga kembali meramaikan perbincangan, termasuk di sejumlah media online, lantaran terkuak penyakitnya. Selain Malinda Dee, juga ada Selly Yustisiawati dengan aksi penipuannya melalui bisnis pulsanya. Namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadikosong.wordpress.com&amp;blog=6210644&amp;post=2682&amp;subd=menjadikosong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa pekan lalu nama Malinda Dee (MD) berhasil mengalihkan perhatian public dari sejumlah isu penting lainnya, lantaran perilaku kriminalnya menggasak miliaran rupiah uang nasabah Citibank. Lalu beberapa pekan ini juga kembali meramaikan perbincangan, termasuk di sejumlah media online, lantaran terkuak penyakitnya. Selain Malinda Dee, juga ada Selly Yustisiawati dengan aksi penipuannya melalui bisnis pulsanya.</p>
<p>Namun yang memprihatinkan, perhatian public bukan semata pada aksi kejahatan mereka. Melainkan merembet pada sosok mereka sebagai perempuan yang juga cantik. Termasuk komentar public atas kasus mereka di sejumlah situs jejaring sosal serta media online lainnya. Di mana, melalui media online, kita bisa memberikan komentar bebas dan terkadang tanpa ada sensor dari pemilik media.<span id="more-2682"></span></p>
<p>Dan yang sampai saat ini masih hangat dan secara terus menerus disorot adalah perbincangan terkait penyakit yang diderita oleh Malinda dalam proses penahananya. Seperti beberapa komentar yang diambil dari beberapa media online berikut.</p>
<p><em>“Dodol:cewe kalo cantik banyak tingkahnya! mulai dari sekedar manfaatin laki laki sampe ke penipuan. senjatanya? apalagi kalo bukan mengumbar muka cantik n body seksi aduhai. makanya jangan ngomong soal eksploitasi perempuan, justru mereka sendiri yg suka nawarin diri untuk diekploitasi guna mendapatkan materi.”</p>
<p>“Waw:MD kurang genjotan kali jadi nasabah ngamuk ga puasssssssss”</p>
<p>“Kang Mamat: pa Pulisi tolong yg meriksa dua penjahat cantik ini ibu Polwan aja&#8230;.akangmah takut kalo yg periksa pa pulisi lututnya jd gemetaran truss gak konsen nanyanya, karena lihat belahan dua bola basket ygnyembul gak karuan, blm lagi cara duduknya yg pastinya jg pake gerakan kayak naek ojek&#8230;walahhhh”<br />
</em><br />
Komentar-komentar tersebut diambil dari pemberitaan di dua media online yang dinilai memiliki kelas pembaca yang cukup berbeda. Salah satunya dinilai dari tingkat pendidikan, yaitu detik.com yang selama ini dikenal memiliki pembaca yang cukup beragam latar pendidikan maupun social, kemudian kompas.com yang dikenal lebih banyak memiliki pembaca lebih banyak dari kalangan menengah berpendidikan.</p>
<p>Namun komentar yang diperlihatkan di sini sengaja dibatasi tiga komentar saja. Untuk mengetahui lebih banyak lagi, bisa dilihat langsung ke dua media online tersebut. Karena tulisan ini bukan untuk membandingkan berapa nominal komentar-komentar yang muncul, melainkan untuk membincang lebih jauh ada apa dibalik pesan khalayak media yang tidak pernah lepas dari pesan-pesan bias gender. Terlepas bahwa semua itu adalah hak siapapun untuk memberi komentar.</p>
<p>Komentar-komentar tersebut adalah komentar yang diambil pada saat pertama kali pemberitaan seputar kejahatan Malinda terkuak. Dan jangan tanya bagaimana reaksi khalayak, terutama pengguna media online, ketika berita perihal sakitnya Malinda terungkap, karena komentar-komentar yang muncul ternyata lebih ‘rusak’ lagi. Setidaknya demikian, istilah ‘rusak’ ini dipakai oleh salah satu komentator yang merasa perihatin dengan komentar-komentar di media online. </p>
<p><strong>Tubuh Perempuan Objek Utama</strong></p>
<p>Terlepas dari kaum lelaki atau perempuan yang mendominasi komentar-komentar di atas, dilihat dari sudut manapun, seakan-akan perempuan selalu menjadi penyebab utama segala tindak kejahatan. Sehingga perbincangan tidak lagi terfokus pada tindak kejahatan mereka, tapi publik juga diam-diam maupun terang-terangan menikmati pemberitaan bagaimana tubuh perempuan tersebut digambarkan media. Apalagi sisi tersebut secara terus menerus diulang dengan pemilahan istilah-istilah yang cukup mengundang reaksi beragam.</p>
<p>Realitasnya bukan hanya menimpa MD dan Selly, bahkan respon serupa juga tidak jarang menimpa perempuan korban pelecehan dan kekerasan seksual. Yang muncul bukan hanya ungkapan simpati atas apa yang menimpa mereka, tapi juga menyalahkan mereka sebagai pelaku penyebab. Seperti ungkapan-ungkapan berikut; “perempuannya saja yang memancing-mancing!”.</p>
<p>Secara tidak langsung apapun yang dilakukan perempuan, bukan dilihat karena dia (perempuan) adalah manusia yang kapanpun bisa saja melakukan kesalahan, bahkan tindakan criminal. Namun realitasnya, ketika perempuan sebagai pelaku kejahatan, dunia mengecam secara habis-habisan. Padahal so what kalau dia perempuan? Dia perempuan tidak semata membawa tubuhnya, tapi di balik itu semua dia juga memiliki sejarah. Begitu pun dengan laki-laki.</p>
<p>Namun yang terjadi seakan sah ketika objek beritanya perempuan, maka yang ditonjolkan bukan pada apa yang telah diperbuatnya, melainkan melebar pada persoalan tubuhnya. Seperti MD dan Selly, bukan lagi pada tindak kejahatan yang mereka lakukan. Tapi lebih pada hal-hal sensasional seperti MD dengan beberapa bagian tubuhnya.</p>
<p>Pun ketika objek beritanya perempuan korban pelecehan dan kekerasan seksual, yang ditonjolkan bukan sekadar pada alasan dan motif yang sesungguhnya dari pelecehan dan kekerasan seksual tersebut. Media sangat sering memberitakan adegan pelecehan dan kekerasan seksual tanpa berusaha mengaitkannnya dengan kondisi objektif masyarakat, dan memberi tips bagaimana menghindarinya.</p>
<p>Diakui atau tidak, dalam hal ini pers memegang peranan yang sangat besar dalam sosialisasi nilai di masyarakat termasuk dalam bidang seksual. Eksploitasi melalui pers, baik terang-terangan dan vulgar maupun yang halus artistik, dalam kehidupan masyarakat modern terlihat jelas. Karena selama ini, perempuan yang menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual tidak memperoleh kesempatan untuk mengungkapkan apa yang mereka alami secara gamblang.</p>
<p>Meskipun saat ini sejumlah media sudah memberi cukup kebebasan perempuan bersuara, namun kesempatan yang diberikan tersebut belum bisa menghapus stereotype yang terlebih dahulu menyebarkan citra negatif perempuan. Sepertihalnya MD yang menuntut pelaku penyebar foto seksinya, serta Selly yang menuntut pelaku penyebar fitnah dirinya sebagai perempuan penipu di jejaring sosial facebook. Artinya apapun yang akan mereka lakukan untuk mengembalikan nama baiknya, sulit untuk mengembalikan citra baiknya.</p>
<p><strong>Perempuan, Media dan Khalayak</strong></p>
<p>Peran media massa dalam kehidupan social menurut beragam literatur sudah tidak tidak diragukan lagi. Walau kerap dipandang secara berbeda-beda, namun tidak ada yang menyangkal atas perannya yang signifikan dalam masyarakat modern. McQuail misalnya, dalam bukunya Mass Communication Theories (2000: 66), merangkum pandangan khalayak terhadap peran media massa. Setidaknya ada enam perspektif dalam hal melihat peran media. Pertama, melihat media massa sebagai window on events and experience. Media dipandang sebagai jendela yang memungkinkan khalayak “melihat” apa yang sedang terjadi di luar sana. Atau media merupakan sarana belajar untuk mengetahui berbagai peristiwa.</p>
<p>Kedua, media juga sering dianggap sebagai a mirror of events in society and the world, implying a faithful reflection. Cermin berbagai peristiwa yang ada di masyarakat dan dunia, yang merefleksikan apa adanya. Karenanya para pengelola media sering merasa tidak “bersalah” jika isi media penuh dengan kekerasan, konflik dan berbagai keburukan lain, karena memang menurut mereka faktanya demikian, media hanya sebagai refleksi fakta, terlepas dari suka atau tidak suka. Padahal sesungguhnya, angle, arah, dan framing dari isi yang dianggap sebagai cermin realitas tersebut diputuskan oleh para profesional media, dan khalayak tidak sepenuhnya bebas untuk mengetahui apa yang mereka inginkan.</p>
<p>Ketiga, memandang media media massa sebagai filter, atau gatekeeper yang menyeleksi berbagai hal untuk diberi perhatian atau tidak. Media senantiasa memilih issue, informasi, atau bentuk content yang lain berdasar standard para pengelolanya. Di sini khalayak “dipilihkan” oleh media tentang apa-apa yang layak diketahui, dan mendapat perhatian. Keempat, media massa acapkali pula dipandang sebagai guide, penunjuk jalan atau interpreter, yang menerjemahkan, dan menunjukkan arah atas berbagai ketidakpastian, atau alternatif yang beragam.</p>
<p>Sedangkan kelima, melihat media massa sebagai forum untuk mempresentasikan berbagai informasi dan ide-ide kepada khalayak, sehingga memungkinkan terjadinya tanggapan dan umpan balik. Yang terakhir, keenam, media massa sebagai interlocutor, yang tidak hanya sekedar tempat berlalu lalangnya informasi, tetapi juga partner komunikasi yang memungkinkan terjadinya komunikasi yang interaktif.</p>
<p>Pendeknya, semua itu ingin menunjukkan, peran media dalam kehidupan sosial bukan sekadar sarana diversion, pelepas ketegangan atau hiburan, tetapi isi dan informasi yang disajikan, mempunyai peran yang signifikan dalam proses sosial. Isi media massa merupakan konsumsi otak bagi khalayaknya, sehingga apa yang ada di media massa akan mempengaruhi seperti diistilahkan Peter Berger (1979:13), sebagai realitas subyektif pelaku interaksi sosial. Atau dengan istilah lain dari Walter Lippman (1921), media massa mampu menanamkan the pictures in our heads tentang realitas yang terjadi di dunia ini.</p>
<p>Gambaran tentang realitas yang “dibentuk” oleh isi media massa inilah yang nantinya mendasari respond dan sikap khalayak terhadap berbagai obyek sosial. Informasi yang salah dari media massa akan memunculkan gambaran yang salah pula pada khalayak, sehingga akan memunculkan respond dan sikap yang salah juga terhadap obyek sosial itu. Karenanya media massa dituntut menyampaikan informasi secara akurat dan berkualitas. Kualitas informasi inilah yang merupakan tuntutan etis, dan moral penyajian isi media. Persoalannya dalam kehidupan empiris, sikap, dan perilaku manusia atas suatu obyek lebih ditentukan oleh gambaran yang ada di kepalanya atas obyek itu, dari pada keadaan yang sesungguhnya atas obyek tersebut.</p>
<p>Dari sejumlah respon yang ditujukan pada MD dan Selly, jelas tidak adanya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan di media, termasuk ketika keduanya sama-sama sebagai pelaku tindak kriminal. Seakan jika pelaku kejahatannya adalah lelaki, maka dia (lelaki) hanya akan dihujat karena perilaku kejahatannya. Berbeda ketika perempuan sebagai pelaku kejahatan, maka tidak hanya perilakunya, tetapi juga tubuhnya sebagai perempuan menjadi sasaran empuk untuk dihujat sekaligus ’dinikmati’.</p>
<p>Sehingga seperti diungkap Rosemary Thong dalam bukunya ”Feminist Though A Comprehensive Introduction”, perlu adanya kesetaraan gender dalam berbagai sektor kehidupan, agar tidak terjadi lagi ketidakadilan terhadap perempuan. Dalam hal ini termasuk media massa harus berperspektif gender dalam menyebarluaskan pemberitaannya.</p>
<p>Di sinilah, jurnalis dan institusi media kembali diingatkan akan pentingnya mempunyai sensitif yang tinggi dalam permasalahan perempuan, dan untuk menghasilkan jurnalisme yang berperspektif gender, sepertinya profesional media massa harus bekerja keras.</p>
<p>Menurut Nur Imam Subono (2003), jurnalisme berperspektif gender dapat diartikan: Sebagai kegiatan atau praktik jurnalistik yang selalu menginformasikan atau bahkan mempermasalahkan dan menggugat secara terus-menerus, baik dalam media cetak (seperti dalam majalah, surat kabar, dan tabloid) maupun media elekronik (seperti dalam televisi dan radio) adanya hubungan yang tidak setara atau ketimpangan relasi antara laki-laki dan perempuan.</p>
<p>Kendati demikian, di tengah kemudahan akses media dan kebebasan pers, publik juga seharusnya lebih dewasa dalam membaca dan menyikapi apa yang diterimanya dari media. Artinya di luar kebebasan berekspresi yang memang wajar dan diharuskan, media juga jangan menganggap pembaca itu bodoh. Karena sekecil apapun pemberitaan yang dikeluarkan media, masyarakat akan mengapresiasinya.[]</p>
<p>*Penulis adalah Dosen Institute Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon dan Fellow di Paramadina Graduate Schools (PGS) of Political Communication di Jakarta.</p>
<p>Tulisan ini dimuat di Harian Kabar Cirebon Tanggal 7 Juni 2011 dan <a href="http://fahmina.or.id">fahmina</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/category/aku-di-satu-waktu/mewacanakan-media/'>mewacanakan media</a> Tagged: <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/citibank/'>Citibank</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/detik-com/'>detik.com</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/feminism/'>Feminism</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/malinda-dee/'>Malinda Dee</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadikosong.wordpress.com/2682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadikosong.wordpress.com/2682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadikosong.wordpress.com/2682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadikosong.wordpress.com/2682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadikosong.wordpress.com/2682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadikosong.wordpress.com/2682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadikosong.wordpress.com/2682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadikosong.wordpress.com/2682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadikosong.wordpress.com/2682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadikosong.wordpress.com/2682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadikosong.wordpress.com/2682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadikosong.wordpress.com/2682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadikosong.wordpress.com/2682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadikosong.wordpress.com/2682/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadikosong.wordpress.com&amp;blog=6210644&amp;post=2682&amp;subd=menjadikosong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/06/30/malinda-dee-md-dihujat-sekaligus-dinikmati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95f788258bfa170647636a7297d2dc51?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Liem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>lelah sebenarnya</title>
		<link>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/06/28/lelah-sebenarnya/</link>
		<comments>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/06/28/lelah-sebenarnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jun 2011 16:14:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[aku di satu waktu]]></category>
		<category><![CDATA[deja vu]]></category>
		<category><![CDATA[lelah]]></category>
		<category><![CDATA[mengeluh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadikosong.wordpress.com/?p=2627</guid>
		<description><![CDATA[siang tadi. panas menyengat. kedua pundakku penuh beban. ruang kepalaku hampir meledak meski setengah mati kutahan. kedua kakiku, memang diam. tapi tulang-tulangnya tak henti-hentinya mengeluh. aku mendengarkan semuanya. semua keluhan nyaris membuncah. aku lelah. tapi aku tak ingin mengeluh atau disebut mengeluh. lalu aku diam. keringat tak hentinya mengucur. tapi aku diam. cukup berhenti dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadikosong.wordpress.com&amp;blog=6210644&amp;post=2627&amp;subd=menjadikosong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>siang tadi. panas menyengat. kedua pundakku penuh beban. ruang kepalaku hampir meledak meski setengah mati kutahan. kedua kakiku, memang diam. tapi tulang-tulangnya tak henti-hentinya mengeluh. aku mendengarkan semuanya. semua keluhan nyaris membuncah. aku lelah. tapi aku tak ingin mengeluh atau disebut mengeluh. lalu aku diam. keringat tak hentinya mengucur. tapi aku diam. cukup berhenti dan menelan air putih di botol bening. lalu meneruskan perjalanan. aku tak ingin paragraf ini membuatku tertuduh sebagai &#8220;tukang keluh&#8221;. aku hanya lelah. laiknya deja vu. entah berapa kali aku dalam kondisi lelah seperti ini. lelah yang sebenarnya.</p>
<p>tapi kakiku masih di atas bumi. dan masih bersedia menahan berat badanku. ada satu waktu aku merindukan lelah ini. tapi juga ada satu waktu terlintas sesal. sesal yang sama sekali tak berguna. aku benci mengeluh. apalagi mendengar mulut-mulut yang tak hentinya mengeluh. agar aku tak mendengar mulutku mengeluh, maka aku butuh huruf-huruf ini, lalu bergegas memberi mereka nyawa. tapi di satu tempat aku mendengar keluhan. aku benci. tapi aku harus mendengarnya, sambil kembali mengingatkan diri bahwa setiap kepala memiliki sudut pandang berbeda. tapi aku tetap benci aku yang mengeluh.   </p>
<br />Filed under: <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/category/aku-di-satu-waktu/'>aku di satu waktu</a> Tagged: <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/deja-vu/'>deja vu</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/lelah/'>lelah</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/mengeluh/'>mengeluh</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadikosong.wordpress.com/2627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadikosong.wordpress.com/2627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadikosong.wordpress.com/2627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadikosong.wordpress.com/2627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadikosong.wordpress.com/2627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadikosong.wordpress.com/2627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadikosong.wordpress.com/2627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadikosong.wordpress.com/2627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadikosong.wordpress.com/2627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadikosong.wordpress.com/2627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadikosong.wordpress.com/2627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadikosong.wordpress.com/2627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadikosong.wordpress.com/2627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadikosong.wordpress.com/2627/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadikosong.wordpress.com&amp;blog=6210644&amp;post=2627&amp;subd=menjadikosong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/06/28/lelah-sebenarnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95f788258bfa170647636a7297d2dc51?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Liem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>bantu Indonesia</title>
		<link>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/06/27/bantu-indonesia/</link>
		<comments>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/06/27/bantu-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 13:20:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[merasa rasa mereka]]></category>
		<category><![CDATA[bantu Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadikosong.wordpress.com/?p=2638</guid>
		<description><![CDATA[Filed under: merasa rasa mereka Tagged: bantu Indonesia<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadikosong.wordpress.com&amp;blog=6210644&amp;post=2638&amp;subd=menjadikosong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://menjadikosong.wordpress.com/2011/06/27/bantu-indonesia/"><img src="http://img.youtube.com/vi/QpY9kIVq-HA/2.jpg" alt="" /></a></span>
<br />Filed under: <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/category/merasa-rasa-mereka/'>merasa rasa mereka</a> Tagged: <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/bantu-indonesia/'>bantu Indonesia</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadikosong.wordpress.com/2638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadikosong.wordpress.com/2638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadikosong.wordpress.com/2638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadikosong.wordpress.com/2638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadikosong.wordpress.com/2638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadikosong.wordpress.com/2638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadikosong.wordpress.com/2638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadikosong.wordpress.com/2638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadikosong.wordpress.com/2638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadikosong.wordpress.com/2638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadikosong.wordpress.com/2638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadikosong.wordpress.com/2638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadikosong.wordpress.com/2638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadikosong.wordpress.com/2638/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadikosong.wordpress.com&amp;blog=6210644&amp;post=2638&amp;subd=menjadikosong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/06/27/bantu-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95f788258bfa170647636a7297d2dc51?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Liem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>world&#8217;s stage</title>
		<link>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/06/27/worlds-stage/</link>
		<comments>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/06/27/worlds-stage/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 05:48:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[tak sekadar kata]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[William Shakespeare]]></category>
		<category><![CDATA[Wold]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadikosong.wordpress.com/?p=2621</guid>
		<description><![CDATA[All the world&#8217;s a stage, And all the men and women merely players; They have their exits and their entrances; And one man in his time plays many parts, His acts being seven ages. At first the infant, Mewling and puking in the nurse&#8217;s arms; Then the whining school-boy, with his satchel And shining morning [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadikosong.wordpress.com&amp;blog=6210644&amp;post=2621&amp;subd=menjadikosong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>All the world&#8217;s a stage,<br />
And all the men and women merely players;<br />
They have their exits and their entrances;<br />
And one man in his time plays many parts,<br />
His acts being seven ages. At first the infant,<br />
Mewling and puking in the nurse&#8217;s arms;</p>
<p>Then the whining school-boy, with his satchel<br />
And shining morning face, creeping like snail<br />
Unwillingly to school. And then the lover,<br />
Sighing like furnace, with a woeful ballad<br />
Made to his mistress&#8217; eyebrow. Then a soldier,<br />
Full of strange oaths, and bearded like the pard,<br />
Jealous in honour, sudden and quick in quarrel,<br />
Seeking the bubble reputation<br />
Even in the cannon&#8217;s mouth. And then the justice,<br />
In fair round belly with good capon lin&#8217;d,<br />
With eyes severe and beard of formal cut,<br />
Full of wise saws and modern instances;<br />
And so he plays his part. The sixth age shifts<br />
Into the lean and slipper&#8217;d pantaloon,<br />
With spectacles on nose and pouch on side;</p>
<p>His youthful hose, well sav&#8217;d, a world too wide<br />
For his shrunk shank; and his big manly voice,<br />
Turning again toward childish treble, pipes<br />
And whistles in his sound. Last scene of all,<br />
That ends this strange eventful history,<br />
Is second childishness and mere oblivion;<br />
Sans teeth, sans eyes, sans taste, sans everything.</p>
<p>(William Shakespeare, As You Like It, 2. 7.)</p>
<br />Filed under: <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/category/tak-sekadar-kata/'>tak sekadar kata</a> Tagged: <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/life/'>Life</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/william-shakespeare/'>William Shakespeare</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/wold/'>Wold</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadikosong.wordpress.com/2621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadikosong.wordpress.com/2621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadikosong.wordpress.com/2621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadikosong.wordpress.com/2621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadikosong.wordpress.com/2621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadikosong.wordpress.com/2621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadikosong.wordpress.com/2621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadikosong.wordpress.com/2621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadikosong.wordpress.com/2621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadikosong.wordpress.com/2621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadikosong.wordpress.com/2621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadikosong.wordpress.com/2621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadikosong.wordpress.com/2621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadikosong.wordpress.com/2621/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadikosong.wordpress.com&amp;blog=6210644&amp;post=2621&amp;subd=menjadikosong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/06/27/worlds-stage/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95f788258bfa170647636a7297d2dc51?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Liem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>no body but yourself</title>
		<link>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/06/13/no-body-but-yourself/</link>
		<comments>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/06/13/no-body-but-yourself/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 12:33:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[tak sekadar kata]]></category>
		<category><![CDATA[the power of quotes about yourself]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadikosong.wordpress.com/?p=2636</guid>
		<description><![CDATA[All my life I had been looking for something, and everywhere I turned someone tried to tell me what it was. I accepted their answers too, though they were often in contradiction and even self-contradictory. I was naïve. I was looking for myself and asking everyone except myself questions which I, and only I, could [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadikosong.wordpress.com&amp;blog=6210644&amp;post=2636&amp;subd=menjadikosong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>All my life I had been looking for something, and everywhere I turned someone tried to tell me what it was. I accepted their answers too, though they were often in contradiction and even self-contradictory. I was naïve. I was looking for myself and asking everyone except myself questions which I, and only I, could answer. It took me a long time and much painful boomeranging of my expectations to achieve a realization everyone else appears to have been born with: that I am nobody but myself. ~Ralph Ellison, &#8220;Battle Royal&#8221;</p>
<p>To be nobody but yourself in a world which is doing its best, night and day, to make you everybody else means to fight the hardest battle which any human being can fight; and never stop fighting.  ~e.e. cummings, 1955</p>
<p>Most people are other people.  Their thoughts are someone else&#8217;s opinions, their lives a mimicry, their passions a quotation.  ~Oscar Wilde, De Profundis, 1905</p>
<p>If you cannot be a poet, be the poem.  ~David Carradine<span id="more-2636"></span></p>
<p>A man who is &#8220;of sound mind&#8221; is one who keeps the inner madman under lock and key.  ~Paul Valéry, Mauvaises pensées et autres, 1942</p>
<p>I am told to just be myself, but as much as I have practiced the impression, I am still no good at it.  ~Robert Brault, www.robertbrault.com</p>
<p>The great majority of us are required to live a life of constant duplicity.  Your health is bound to be affected if, day after day, you say the opposite of what you feel, if you grovel before what you dislike, and rejoice at what brings you nothing but misfortune.  ~Boris Pasternak</p>
<p>It takes courage to grow up and become who you really are.  ~e.e. cummings</p>
<p>Almost every man wastes part of his life in attempts to display qualities which he does not possess, and to gain applause which he cannot keep.  ~Samuel Johnson, The Rambler, 1750</p>
<p>Hateful to me as the gates of Hades is that man who hides one thing in his heart and speaks another.  ~Homer</p>
<p>How many cares one loses when one decides not to be something but to be someone.  ~Gabrielle &#8220;Coco&#8221; Chanel</p>
<p>&#8220;Be yourself&#8221; is about the worst advice you can give some people.  ~Tom Masson</p>
<p>I think of life itself now as a wonderful play that I&#8217;ve written for myself, and so my purpose is to have the utmost fun playing my part.  ~Shirley MacLaine</p>
<p>Never be bullied into silence.  Never allow yourself to be made a victim.  Accept no one&#8217;s definition of your life; define yourself.  ~Harvey Fierstein</p>
<p>Learn to&#8230; be what you are, and learn to resign with a good grace all that you are not.  ~Henri Frederic Amiel</p>
<p>I am much better employed from every point of view, when I live solely for my own satisfaction, than when I begin to worry about the world.  The world frightens me, and a frightened man is no good for anything.  ~George Gissing</p>
<p>No man can climb out beyond the limitations of his own character.  ~John Morley</p>
<p>There is just one life for each of us:  our own.  ~Euripides</p>
<p>Never apologize for showing feeling.  When you do so, you apologize for the truth.  ~Benjamin Disraeli</p>
<p>If God had wanted me otherwise, He would have created me otherwise.  ~Johann von Goethe</p>
<p>Wherever you go, go with all your heart.  ~Confucius</p>
<p>Let the world know you as you are, not as you think you should be, because sooner or later, if you are posing, you will forget the pose, and then where are you?  ~Fanny Brice</p>
<br />Filed under: <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/category/tak-sekadar-kata/'>tak sekadar kata</a> Tagged: <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/the-power-of-quotes-about-yourself/'>the power of quotes about yourself</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadikosong.wordpress.com/2636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadikosong.wordpress.com/2636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadikosong.wordpress.com/2636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadikosong.wordpress.com/2636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadikosong.wordpress.com/2636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadikosong.wordpress.com/2636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadikosong.wordpress.com/2636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadikosong.wordpress.com/2636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadikosong.wordpress.com/2636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadikosong.wordpress.com/2636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadikosong.wordpress.com/2636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadikosong.wordpress.com/2636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadikosong.wordpress.com/2636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadikosong.wordpress.com/2636/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadikosong.wordpress.com&amp;blog=6210644&amp;post=2636&amp;subd=menjadikosong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/06/13/no-body-but-yourself/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95f788258bfa170647636a7297d2dc51?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Liem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Children Workers</title>
		<link>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/06/11/children-workers/</link>
		<comments>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/06/11/children-workers/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 10:46:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[merasa rasa mereka]]></category>
		<category><![CDATA[Children Workers]]></category>
		<category><![CDATA[chilhood]]></category>
		<category><![CDATA[ILO]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Padalarang]]></category>
		<category><![CDATA[TEMPO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadikosong.wordpress.com/?p=2606</guid>
		<description><![CDATA[today I just got the news of these images from yahoo which has been published on Friday, May 27 News picture was talking about the portraits of child worker in Indonesia. things that could possibly often we see, especially on the streets. but this portrait is more diverse. quite ironic in a country called &#8216;rich [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadikosong.wordpress.com&amp;blog=6210644&amp;post=2606&amp;subd=menjadikosong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>today I just got the news of these images from <a href="http://id.berita.yahoo.com/foto/anak-anak-pekerja-1306495195-slideshow/">yahoo</a> which has been published on Friday, May 27</p>
<p>News picture was talking about the portraits of child worker in Indonesia. things that could possibly often we see, especially on the streets. but this portrait is more diverse. quite ironic in a country called &#8216;rich country&#8217; is. so &#8216;rich&#8217; in what way? </p>
<p>Not all children can enjoy a carefree childhood. Many children who have to work since childhood, ranging from working in the streets or in factories. According to the International Labour Organization (ILO) report, there are more than 3 million children in Indonesia who become workers.</p>
<p><a href="http://id.berita.yahoo.com/foto/anak-anak-pekerja-1306495195-slideshow/"><img src="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/06/low-interlaced-th2011042715_111006.jpg?w=460" alt="" title="low-interlaced-TH2011042715_111006"   class="aligncenter size-full wp-image-2607" /></a></p>
<p>Children become an umbrella hawkers offering their services to travelers in the region Thamrin, Jakarta, Wednesday, April 27, 2011. The rain that often fell in Jakarta to give blessings to children umbrella hawkers are even with meager results. TEMPO / Tony Hartawan</p>
<p><a href="http://id.berita.yahoo.com/foto/anak-anak-pekerja-1306495195-slideshow/"><img src="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/06/2.jpg?w=460" alt="" title="2"   class="aligncenter size-full wp-image-2608" /></a></p>
<p>Children peel shells in the area of ​​Cilincing, Jakarta, Tuesday, April 19, 2011. Shells will be supplied to the entire market area in Jakarta for Rp 18 thousand per kilo. (TEMPO / Eko Siswono Toyudho)</p>
<p><a href="http://id.berita.yahoo.com/foto/anak-anak-pekerja-1306495195-slideshow/"><img src="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/06/3.jpg?w=460" alt="" title="3"   class="aligncenter size-full wp-image-2609" /></a></p>
<p>Sunday afternoon, 27 time they played for most children. But these children work in brick factories in Jln.Yusuf Daeng Ngawing, Makassar, South Sulawesi. (TEMPO / Kink Kusuma Rein)</p>
<p><a href="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/06/4.jpg"><img src="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/06/4.jpg?w=460" alt="" title="4"   class="aligncenter size-full wp-image-2610" /></a></p>
<p>Child labor was counting the money from the merchandise in the surrounding area Campus University of Hasanuddin, Makassar, South Sulawesi, Tuesday, March 1, 2011. (TEMPO / Hariandi Hafid)</p>
<p><a href="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/06/5.jpg"><img src="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/06/5.jpg?w=460" alt="" title="5"   class="aligncenter size-full wp-image-2611" /></a></p>
<p>Herman (14 years old, left) and Ade (13 years old, right) were one of this year working in a bakery in a number of Iron Bridge, West Jakarta. They came from Kuningan, West Java. After school they work for a fee of USD 150 thousand per month. (TEMPO / Arie Basuki)</p>
<p><a href="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/06/6.jpg"><img src="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/06/6.jpg?w=460" alt="" title="6"   class="aligncenter size-full wp-image-2612" /></a></p>
<p>The children are hawking stone mortar in Jalan RE Martadinata, Bandung, West Java. they come from Padalarang. (TEMPO / Prima Mulia)</p>
<p><a href="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/06/7.jpg"><img src="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/06/7.jpg?w=460" alt="" title="7"   class="aligncenter size-full wp-image-2613" /></a></p>
<p>the street children are selling newspapers in the area of Layang ​​Bridge Makassar, South Sulawesi, Thursday, March 17, 2011. TEMPO / Hariandi Hafid</p>
<p>so, what do you think about &#8220;Anak Negeri&#8221; at the center of the country which was said as &#8216;rich country&#8217;. countries that let &#8220;Anak Negeri&#8221; to take care of all their own needs. hopefully the government which is already aware of but did not do anything, so get moving and change their lives better. although I am pessimistic about our government, but to be optimistic is the only alternative that we should take, rather than pessimistic.</p>
<br />Filed under: <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/category/merasa-rasa-mereka/'>merasa rasa mereka</a> Tagged: <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/children-workers/'>Children Workers</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/chilhood/'>chilhood</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/ilo/'>ILO</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/indonesia/'>Indonesia</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/jakarta/'>Jakarta</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/makassar/'>Makassar</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/padalarang/'>Padalarang</a>, <a href='http://menjadikosong.wordpress.com/tag/tempo/'>TEMPO</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadikosong.wordpress.com/2606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadikosong.wordpress.com/2606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadikosong.wordpress.com/2606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadikosong.wordpress.com/2606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadikosong.wordpress.com/2606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadikosong.wordpress.com/2606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadikosong.wordpress.com/2606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadikosong.wordpress.com/2606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadikosong.wordpress.com/2606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadikosong.wordpress.com/2606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadikosong.wordpress.com/2606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadikosong.wordpress.com/2606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadikosong.wordpress.com/2606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadikosong.wordpress.com/2606/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadikosong.wordpress.com&amp;blog=6210644&amp;post=2606&amp;subd=menjadikosong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadikosong.wordpress.com/2011/06/11/children-workers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95f788258bfa170647636a7297d2dc51?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Liem</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/06/low-interlaced-th2011042715_111006.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">low-interlaced-TH2011042715_111006</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/06/2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/06/3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/06/4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/06/5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/06/6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://menjadikosong.files.wordpress.com/2011/06/7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">7</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
